Jul
29
2010
sudah menjadi sunatnya manusia bila perempuan lebih mengedepankan perasaan dan laki-laki lebih kepada logika.
begitupun dengan si perempuan ini, ia amat perasa. perempuan paruh baya itu duduk seorang diri di pelataran perpustakaan kota. teringat akan lakonnya beberapa tahun ke belakang.
“begitu sulit memberi kepercayaan kepada seseorang, tapi tiga tahun yang lalu entah mengapa aku begitu percaya kepada seorang laki-laki. namun seperti kaca di hantam batu, kepercayaan itu dikhianati hingga hancur tak berwujud.”
“apakah jalan ini adalah jalan yang Engkau kehendaki? mengapa terasa begitu menyakitkan. tidak kah aku bisa menjadi manusia bebas, berdiri di atas kakiku sendiri, meludah dengan rasa inginku, bernafas dengan kehendaknya paru-paruku.”
“aku bisa simpulkan, semua tak ada yang GRATIS! tak ada manusia yang ikhlas antarsesamanya… akh, tidak. aku salah. mereka begitu gampangnya saling membantu, apakah itu tidak berawal dari ikhlas? ya, aku salah.”
“aku salah, aku perempuan penuh salah. di tiap langkahku pasti salah.”
perempuan itu terus menceracau dan menangis hingga tersedu-sedu. menyakiti dirinya dengan beberapa tusukan jarum dan goresan silet.
perempuan itu? putus asakah dia dengan kehidupannya?
Oct
22
2009
Untuk Cinta Kita
di sudut kelas
ada sesuatu tak berbatas
di sudut hati
ada sesuatu yang tersembunyi
di sudut mata
ada sesuatu tak dapat diseka
di sudut jendela
ada satu tatapan hampa
memori akan kita bersama
merajut asa dan cinta
kutahu kini jarak akan kita
kutahu engkau sang pengelana
pundakmu tiba titah Illahi
langkahmu selalu pasti
satu yang tak kan hilang dari hati
aku dan kamu cinta-mencintai
Sep
13
2009
hemmm… lama gak up date blog imut ini,.. eee malah beberapa hari lagi mau ditinggal kembali,..
Tak terasa tinggal sekian hari idul fitri segera tiba,.. Rasa tak rela berpindah ke bulan yang lain, terlebih disepertiga terakhir ini,.. moment yang begitu indah, sejuk, nyaman, tiada hari lain lebih tenang selain di bulan ini. Kasih-Nya berlimpah ruah. Nikmat bercinta dengan-Nya sangat terasa dan ingin selalu dengan-Nya.
Continue Reading »
Aug
11
2009
Liburan semester tiba saat bulan juni dan juli. Seperti yang lainnya, aku pun mudik ke kampung halaman. Yup! Brebes.
Aktivitas tak ada yang luar biasa. Semua berjalan biasa. Perjalanan Malang – Brebes Pkl 15.00 – 08.30 WIB. Cukup melelahkan. Kereta kelas ekonomi, siapa yang tak tahu, disana bermacam orang ada. Bakul-bakul hilir mudik. Terlebih di tiap stasiun pasti berhenti. Wuih! Panasnya terasa banget.
Continue Reading »
Jun
08
2009
Jum’at, 5 Juni 2009, teman-teman KM3 mengadakan DM ke 2 di tahun ini. Acara berlangsung 3 hari, 5 – 7 Juni. DM 1 Oktober lalu bertempat di Kepanjen, Malang. Kali ini panitia menyediakan tempat di Batu, tepatnya di Ma’had Darul Falah. Peserta yang hadir cukup banyak sekitar 25 orang terkait dengan DM 2 kali ini adalah susulan dari DM 1. Continue Reading »
Jun
03
2009
Sesuatu yang IA rahasiakan dari sesuatu yang lain, salah satunya adalah kematian di dalam kehidupan. Siapa yang akan tahu suatu kata mati akan datang padanya. Daun layu, terjatuh, hancur bersama tanah oleh cacing-cacing, ayam yang pagi tadi baru berkokok tiba-tiba terlihat nguyung dan gleg, mati. Seseorang yang jam ini bercanda tawa makan bersama di warung tetangga, tiba-tiba tersedak dan… mati.
Siapapun dan apapun tak dapat mengingkari adanya mati. Tak dapat ditawar, tak dapat direka, tak dapat diterka, tak dapat diintip, kapan ia datang, kapan ia menyapa, kapan ia menghampiri. Sesaat ketika kita mengingatnya, bahwa setelah mati akan ada kehidupan kedua, kehidupan yang abadi. Betapa siapapun tak akan siap saat ajal menjemput tiba-tiba. Kecuali orang-orang tertentu pastinya. Continue Reading »
Apr
26
2009
Tulisan Taufiq Ismail untuk Husni Djamuluddin,.
Tengah hari, Selasa 7 September 2004, sahabat kami Husni Djamaluddin muncul di Rumah Horison, Jalan Galur Sari II/54, Jakarta Timur. Koalisi penyakit di dalam tubuhnya telah menjadikan dia alumnus (paling kurang) lima hospital: Rumah Sakit Akademis, MMC, Persahabatan, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Pisau bedah telah menyayat-nyayat tubuhnya dua kali untuk menyingkirkan kanker di saluran pencernaannya dan meringkas sembilan meter ususnya. Dalam tiga tahun terakhir ini, penyair ini telah melompat-lompat antara hayat dan maut silih berganti dengan tangkas dan ritmis, menghindar jangan sampai tersentuh tali yang diayun-ayunkan ke kiri ke kanan ke atas ke bawah dalam permainan kehidupan ini, mondar-mandir Makassar-Jakarta-Makassar-Jakarta. Husni kelihatan segar siang itu. Dia memperhatikan galeri foto sastrawan yang baru disusun rapi fotografer-wartawan Ed Zoelverdi di dinding ruang tamu Rumah Horison, dan melihat citra wajahnya dibingkai. Husni suka sekali fotonya yang diambil Ed itu.
“Belum pernah saya melihat itu,†katanya. “Bagus sekali.â€
Continue Reading »
Apr
12
2009

kembarku hilang dimakan waktu..
Ketika semua tegang menunggu..
hari sabtu yang lalu..
dia datang membawa sembilu..
dan…
kini sembilu tertanam di hati yang mulai membiru..
Mar
26
2009
Jimmy, aku muak mendengar namamu disebut.
Tak jarang kumendapati dia menangis dan mengelu-elukan namamu. Ia pun meremas dan memukuliku. Apa salahku hingga hatinya tak sudi jika aku hadir didepannya?
Sejatinya itu bukan mauku. Kau yang memaksaku hadir. Kau yang menyebabkanku terbentuk. Karena perbuatanmu itulah kini aku hadir disini. Terpenjara dalam sunyi.
Kesekiankali kau membiarkan perutku kelaparan. Bahkan dihari ke tujuh kau memaksa dan rela memasukkan makanan pahit yang hampir merenggut nyawa itu kemulutku.
Continue Reading »